Suatu kali mendapat keluhan dari seorang ibu yang mempunyai mesin cuci 1
tabung. Sudah 2 bulan mesin cucinya tidak dapat di pergunakan untuk
mencuci, setelah menempati rumah yang baru. Padahal di rumah yang lama
selalu di gunakan dan tidak ada masalah.
Dan kondisi mesin cuci juga
dalam keadaan tidak rusak. Ketika saya tanyakan problemnya, ternyata air
tidak mau keluar mengisi tabung mesin cuci pada saat proses pencucian.
Dari
hasil pengamatan dari kondisi yang ada, ternyata problem tersebut
terjadi karena Tandon air pada rumah tersebut letaknya kurang tinggi,
dari permukaan tanah hanya sekitar 2 meter. Otomatis air yang keluar
yang hanya mengandalkan grafitasi bumi, tidak mampu menekan lobang dalam
katub kran listrik ( Solenoide Valve )
Yang berada dalam mesin cuci.
Solusi
untuk mengatasi masalah tersebut adalah dengan cara memasang pompa air
pendorong pada keluaran dari tandon air. Si ibu keberatan jika harus
memasang Pompa air baru karena harus menambah pengeluaran sedangkan dia
hanya menyewa rumah tersebut. Akhirnya saya berikan solusi yang kedua
yaitu dengan memanfaatkan Pompa air yang ada, yang dipergunakan untuk
mengisi Tandon air yang bersumber dari sumur.
Tetapi memang agak
sedikit repot karena harus mematikan kran pada saat mencuci dan
menghidupkan kran pada saat mengisi Tandon air.
Dengan sedikit penambahan rangkaian listrik dan merubah perpipaan air masalah tersebut dapat teratasi.
Gambar perpipaan

Gambar Solenoide Valve ( SV ) mesin cuci
CR
Adalah Relay dengan coil bertegangan 220 Volts AC. Agar lebih awet
dapat menggunakan relay dengan seri MK2P ber merk OMRON. Kemampuan
kontak nya sampai 10 A.
sumber
Pompa pendorong Mesin Cuci 1 Tabung
Apa dampaknya bila mesin pompa air sering start stop dalam interval yang singkat?
Cara kerja mesin pompa air
Karakteristik Start Motor Induksi
-
Bila daya listrik langganan PLN di rumah hanya sebesar 900VA atau 1300VA dan saat itu sedang banyak pemakaian, maka potensi terjadinya MCB trip (atau sering disebut “listrik anjlok”) di MCB Box atau kWh meter sangat besar.
-
Bila frekuensi start-stop mesin air sangat sering dalam rentang yang pendek, misal 10 kali dalam 3 menit, maka total energi listrik yang diserap saat start-stop mesin pompa air akan lumayan besar. Apalagi jika mesin pompa air-nya sudah berumur.
-
Arus start yang cukup besar dan berulang-ulang dalam waktu singkat tadi akan menimbulkan panas yang cukup tinggi pada gulungan kawat motor tadi. Hal ini tidak menjadi masalah jika motor terus hidup / berputar sehingga ada cukup pendinginan yang didorong dari kipas motor. Tapi jika start-stop dalam interval singkat tentu panas yang timbul karena arus start tadi belum sempat turun dan kemudian motor stop, kemudian start lagi, sehingga panasnya akan terakumulasi. Jika panasnya berlebih maka thermal protector akan bekerja dan untuk beberapa waktu motor tidak bisa start. Memang kejadian seperti ini tidak sampai merusak motor listrik, tapi dengan panas yang diatas rata-rata tentu akan mempengaruhi isolasi dari kawat gulungannya.
Belajar Teori Dasar Listrik
Artikel kali ini lebih saya tujukan kepada orang awam yang ingin mengenal dan mempelajari teknik listrik ataupun bagi mereka yang sudah berkecimpung di dalam teknik elektro untuk sekedar mengingat kembali teori-teori dasar listrik.
1. Arus Listrik
adalah mengalirnya elektron secara terus menerus dan berkesinambungan pada konduktor akibat perbedaan jumlah elektron pada beberapa lokasi yang jumlah elektronnya tidak sama. satuan arus listrik adalah Ampere.
Arus listrik bergerak dari terminal positif (+) ke terminal negatif (-), sedangkan aliran listrik dalam kawat logam terdiri dari aliran elektron yang bergerak dari terminal negatif (-) ke terminal positif(+), arah arus listrik dianggap berlawanan dengan arah gerakan elektron.

Gambar 1. Arah arus listrik dan arah gerakan elektron.
“1 ampere arus adalah mengalirnya elektron sebanyak 624x10^16 (6,24151 × 10^18) atau sama dengan 1 Coulumb per detik melewati suatu penampang konduktor”
Formula arus listrik adalah:
I = Q/t (ampere)
Dimana:
I = besarnya arus listrik yang mengalir, ampere
Q = Besarnya muatan listrik, coulomb
t = waktu, detik
2. Kuat Arus Listrik
Adalah arus yang tergantung pada banyak sedikitnya elektron bebas yang pindah melewati suatu penampang kawat dalam satuan waktu.
Definisi : “Ampere adalah satuan kuat arus listrik yang dapat memisahkan 1,118 milligram perak dari nitrat perak murni dalam satu detik”.
Rumus – rumus untuk menghitung banyaknya muatan listrik, kuat arus dan waktu:
Q = I x t
I = Q/t
t = Q/I
Dimana :
Q = Banyaknya muatan listrik dalam satuan coulomb
I = Kuat Arus dalam satuan Amper.
t = waktu dalam satuan detik.
“Kuat arus listrik biasa juga disebut dengan arus listrik”
“muatan listrik memiliki muatan positip dan muatan negatif. Muatan positip dibawa oleh proton, dan muatan negatif dibawa oleh elektro. Satuan muatan ”coulomb (C)”, muatan proton +1,6 x 10^-19C, sedangkan muatan elektron -1,6x 10^-19C. Muatan yang bertanda sama saling tolak menolak, muatan bertanda berbeda saling tarik menarik”
3. Rapat Arus
Difinisi :
“rapat arus ialah besarnya arus listrik tiap-tiap mm² luas penampang kawat”.
Gambar 2. Kerapatan arus listrik.
Arus listrik mengalir dalam kawat penghantar secara merata menurut luas penampangnya. Arus listrik 12 A mengalir dalam kawat berpenampang 4mm², maka kerapatan arusnya 3A/mm² (12A/4 mm²), ketika penampang penghantar mengecil 1,5mm², maka kerapatan arusnya menjadi 8A/mm² (12A/1,5 mm²).
Kerapatan arus berpengaruh pada kenaikan temperatur. Suhu penghantar dipertahankan sekitar 300°C, dimana kemampuan hantar arus kabel sudah ditetapkan dalam tabel Kemampuan Hantar Arus (KHA)..png)
Tabel 1. Kemampuan Hantar Arus (KHA)
Berdasarkan tabel KHA kabel pada tabel diatas, kabel berpenampang 4 mm², 2 inti kabel memiliki KHA 30A, memiliki kerapatan arus 8,5A/mm². Kerapatan arus berbanding terbalik dengan penampang penghantar, semakin besar penampang penghantar kerapatan arusnya mengecil.
Rumus-rumus dibawah ini untuk menghitung besarnya rapat arus, kuat arus dan penampang kawat:
J = I/A
I = J x A
A = I/J
Dimana:
J = Rapat arus [ A/mm²]
I = Kuat arus [ Amp]
A = luas penampang kawat [ mm²]
4. Tahanan dan Daya Hantar Penghantar
Penghantar dari bahan metal mudah mengalirkan arus listrik, tembaga dan aluminium memiliki daya hantar listrik yang tinggi. Bahan terdiri dari kumpulan atom, setiap atom terdiri proton dan elektron. Aliran arus listrik merupakan aliran elektron. Elektron bebas yang mengalir ini mendapat hambatan saat melewati atom sebelahnya. Akibatnya terjadi gesekan elektron denganatom dan ini menyebabkan penghantar panas. Tahanan penghantar memiliki sifat menghambat yang terjadi pada setiap bahan.
Tahanan didefinisikan sebagai berikut :
“1 Ω (satu Ohm) adalah tahanan satu kolom air raksa yang panjangnya 1063 mm dengan penampang 1 mm² pada temperatur 0° C"
Daya hantar didefinisikan sebagai berikut:
“Kemampuan penghantar arus atau daya hantar arus sedangkan penyekat atau isolasi adalah suatu bahan yang mempunyai tahanan yang besar sekali sehingga tidak mempunyai daya hantar atau daya hantarnya kecil yang berarti sangat sulit dialiri arus listrik”.
Rumus untuk menghitung besarnya tahanan listrik terhadap daya hantar arus:
R = 1/G
G = 1/R
Dimana :
R = Tahanan/resistansi [ Ω/ohm]
G = Daya hantar arus /konduktivitas [Y/mho]
Gambar 3. Resistansi Konduktor
Tahanan penghantar besarnya berbanding terbalik terhadap luas penampangnya dan juga besarnya tahanan konduktor sesuai hukum Ohm.
“Bila suatu penghantar dengan panjang l , dan diameter penampang q serta tahanan jenis ρ (rho), maka tahanan penghantar tersebut adalah” :
R = ρ x l/q
Dimana :
R = tahanan kawat [ Ω/ohm]
l = panjang kawat [meter/m] l
ρ = tahanan jenis kawat [Ωmm²/meter]
q = penampang kawat [mm²]
faktot-faktor yang mempengaruhi nilai resistant atau tahanan, karena tahanan suatu jenis material sangat tergantung pada :
• panjang penghantar.
• luas penampang konduktor.
• jenis konduktor .
• temperatur.
"Tahanan penghantar dipengaruhi oleh temperatur, ketika temperatur meningkat ikatan atom makin meningkat akibatnya aliran elektron terhambat. Dengan demikian kenaikan temperatur menyebabkan kenaikan tahanan penghantar"
5. potensial atau Tegangan
potensial listrik adalah fenomena berpindahnya arus listrik akibat lokasi yang berbeda potensialnya. dari hal tersebut, kita mengetahui adanya perbedaan potensial listrik yang sering disebut “potential difference atau perbedaan potensial”. satuan dari potential difference adalah Volt.
“Satu Volt adalah beda potensial antara dua titik saat melakukan usaha satu joule untuk memindahkan muatan listrik satu coulomb”
Formulasi beda potensial atau tegangan adalah:
V = W/Q [volt]
Dimana:
V = beda potensial atau tegangan, dalam volt
W = usaha, dalam newton-meter atau Nm atau joule
Q = muatan listrik, dalam coulomb
RANGKAIAN LISTRIK
Pada suatu rangkaian listrik akan mengalir arus, apabila dipenuhi syarat-syarat sebagai berikut :
1. Adanya sumber tegangan
2. Adanya alat penghubung
3. Adanya beban
Gambar 4. Rangkaian Listrik.
Pada kondisi sakelar S terbuka maka arus tidak akan mengalir melalui beban . Apabila sakelar S ditutup maka akan mengalir arus ke beban R dan Ampere meter akan menunjuk. Dengan kata lain syarat mengalir arus pada suatu rangkaian harus tertutup.
1. Cara Pemasangan Alat Ukur.
Pemasangan alat ukur Volt meter dipasang paralel dengan sumber tegangan atau beban, karena tahanan dalam dari Volt meter sangat tinggi. Sebaliknya pemasangan alat ukur Ampere meter dipasang seri, hal inidisebabkan tahanan dalam dari Amper meter sangat kecil.
“alat ukur tegangan adalah voltmeter dan alat ukur arus listrik adalah amperemeter”
2. Hukum Ohm
Pada suatu rangkaian tertutup, Besarnya arus I berubah sebanding dengan tegangan V dan berbanding terbalik dengan beban tahanan R, atau dinyatakan dengan Rumus :
I = V/R
V = R x I
R = V/I
Dimana;
I = arus listrik, ampere
V = tegangan, volt
R = resistansi atau tahanan, ohm
• Formula untuk menghtung Daya (P), dalam satuan watt adalah:
P = I x V
P = I x I x R
P = I² x R
3. HUKUM KIRCHOFF
Pada setiap rangkaian listrik, jumlah aljabar dari arus-arus yang bertemu di satu titik adalah nol (ΣI=0).
Gambar 5. loop arus“ KIRChOFF “
Jadi:
I1 + (-I2) + (-I3) + I4 + (-I5 ) = 0
I1 + I4 = I2 + I3 + I5
Semoga bermanfaat..
sumber
PERANCANGAN “CONTROL PUMP PANEL” UNTUK POMPA 55 kW
Motor listrik induksi 3 phase yang sering digunakan di industri-industri banyak diaplikasikan untuk berbagai macam keperluan dalam suatu proses produksi. Banyaknya aplikasi dari motor listrik jenis ini menuntut pemilihan sistem kendali yang tepat, cepat dan efisien. Sistem pengendalian motor listrik induksi 3 fhase dapat dilakukan secara manual (cara konversional), semi otomatis atau otomatis.Seperti salah satu industri pariwisata yang berkembang pesat dan terkenal di bali yaitu Ayodhya Hotel & Resort (yang dulunya bernama Hotel Hilton) yang terletak di Nusa Dua memiliki 5 (lima) buah pompa 55kW untuk memompa air jenis water cool atau air dingin. Pompa yang digunakan adalah pompa 3 phase dan dioperasikan oleh control sistem sart-delta. Sebelum pompa 55kW datang, hotel Ayodhya telah memiliki control pompa untuk pompa 40kW. Tapi karena yang datang adalah pompa 55kW dan sudah tersedia control pump panel, maka terpaksa memakai yang telah ada. Akibatnya sering terjadi kerusakan dan setiap 3 bulan, control pump panel harus diservis. Sampai saat ini, pompa 1 dan pompa 2 kontrolnya sudah rusak total. Sedangkan pompa yang lainnya sudah rusak namun masih bisa digunakan.Oleh karena itu, penyusun mencoba untuk menjelaskan tentang cara membuat dan merangkaicontrol pump panel 55kW untuk menghindari kerusakan pada pompa maupun pada control pompa untuk jangka waktu yang lebih panjang.Peralatan KontrolSistem pengendalian motor listrik induksi 3 phase dapat dilakukan secara manual, semi otomatis atau otomatis.Ketiga pengendalian motor-motor induksi membutuhkan peralatan kendali yang cocok sesuai dengan jenis dan spesifikasi serta tujuan digunakannya motor tersebut. Peralatan kendali yang banyak digunakan diantaranya kontaktor magnet, relay, thermal overload relay, time delay relay, dan lain sebagainya. Sedangkan peralatan bantu lainnya dapat digunakan push botton, selector switch dan sebagainya.Kontaktor adalah sejenis saklar atau kontak yang bekerja dengan bantuan magnet listrik dan mampu melayani arus beban listrik yang relatif besar. Umumnya digunakan sebagai saklar kontrol motor-motor. Kontaktor dapat dioperasikan secara manual dengan sentuhan melalui saklar tekan (push botton) atau dioperasikan secara otomatis oleh relay-relay. Saklar ini mampu beroperasi menghubungkan dan memutuskan rangkaian listrik 1000-3000 kali perjam. Tegangan nominal pada rangkaian arus bolak-balik adalah 110 volt, 220 volt, dan 540 volt, dan pada rangkaian arus searah beroperasi pada tegangan lebih rendah. Kontaktor dapat dioperasikan dengan saklar tekan NO untuk operasi (ON) dan saklar tekan NC untuk stop (OFF) dan masing-masing saklar saling dihubung seri dengan kumparan kontaktor. Agar kontaktor tetap beroprasi saat saklar ON dilepas, maka kontaktor perlu dikunci dengan bantuan NO yang terpasang paralel dengan saklar tekan ON.Dalam penggunaan kontaktor magnet perlu diperhatikan jenis arus dan besarnya tegangan sertra kemampuan daya hantar arus kontaktor tersebut. Bagian-bagian penting dari kontaktor magnet adalah kontak utama (main contact) dan kontak bantu
Panel WLC (Water Level Control)





